Rabu, 17 November 2010

ENAM PULUH HARI DI DALAM GOA

Peristiwa ini bermula pada 5 Agustus 2010.
Sebuah longsor mengakibatkan 33 kelompok petambang terjebak di dalam tanah.
Tidak tanggung-tanggung mereka terjebak di dalam terowongan di kedalaman 622 - 700 meter di bawah tanah.
Untuk menolong mereka setidaknya dibutuhkan 1 bulan lebih untuk membuat terowongan penyelamat. Belum sempat terealisasi dua hari kemudian 7 Agustus 2010 terjadi longsor susulan sehingga diperkirakan butuh waktu 4 bulan untuk penyelamatan.
Jika ini terjadi di Indonesia apa yang kira-kira apa yang kita akan dilakukan?
Mungkin akan ada yang bilang ya pasrah saja. Mari kita berdoa.
Mungkin ada yang bilang, itu sudah nasib, bagaimana mungkin bisa selamat jika menolongnya saja butuh waktu 1 bulan lebih.
Mungkin ada yang bilang, tidak perlu habiskan biaya, karena tidak mungkin diselamatkan juga.
Untung saja ini tidak terjadi di Indonesia.
Untung saja ini terjadi di Cile dan untung saja Presidennya adalah Sabastian Pinera.
Begitu mendengar kabar terjebaknya para petambang di dalam tanah, sekalipun sang presiden tahu butuh biaya besar dan waktu lama untuk penyelamatan, ia memutuskan untuk meyelamatkan para pekerja tambang BERAPAPUN BIAYANYA BETAPAPUN SULITNYA.
Dengan dibantu ahli dari Amerika, Jepang, Inggris dan Australia, mereka membuat 3 terowongan baru di tiga tempat. Setelah seminggu tanpa hasil, mereka tetap menggali, 10 hari tanpa kabar mereka tetap menggali sampai kemudian di hari ke-17 mereka mulai menemukan titik cerah, mereka berhasil menemukan celah komunikasi dengan petambang yang ternyata masih hidup. Tapi mereka masih butuh waktu 1 bulan lagi untuk menembus tempat terjebaknya para petambang.
Pada 12 Oktober 2010, setelah terjebak selama 69 hari di dalam tanah, satu persatu petambang berhasil diangkat ke atas melalui lift darurat melalui terowongan sempit selebar 71 cm. Butuh 22 jam untuk mengeluarkan semua petambang.
"Mereka akan tetap di hati rakyat. Banyak orang kehilangan harapan dan banyak juga yang gigih mengejar harapan mereka. Petambang ini menjadi sumber iinspirasi. Kisah ini menyatukan negara," seru Presiden Sabastian setelah memeluk satu per satu petambang yang berhasil dibebaskan, di lokasi kejadian.
Sang Presiden yang menunda kunjungannya ke Eropa untuk melihat langsung operasi penyelamatan ini pun kini menjadi sumber inspirasi dunia.
Dunia memang butuh inspirasi, peristiwa ini diliput 2000 wartawan1700 di antaranya wartawan asing dan berita iuni disaksikan sekitar 1 miliar penduduk dunia.